Home / PENDIDIKAN EKONOMI ISLAM / Optimalisasi Distribusi Zakat di Provinsi Riau

Optimalisasi Distribusi Zakat di Provinsi Riau

Oleh : Dr.Yudi Irwan, M.E.Sy

  1. Pendahuluan

 Sebagai seorang muslim, kita wajib bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat begitu banyaknya. Nikmat yang teramat luas itu, tentu tidak bisa kita hitung dan kemudian membalasnya. Dan diantara nikmat yang Allah SWT berikan adalah nikmat harta dalam kehidupan ini. Sumber daya alam yang melimpah ruah seperti, air, hutan, minyak, batu bara dan lainnya yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia di dunia ini. Namun sayang, banyak manusia yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya kekayaan itu adalah milik Allah SWT, bukankah kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi?, sebagai orang yang beriman serta meyakini kebenaran Al Quran dan As Sunnah, kita bisa membaca dan merenungi, bahwa sesungguhnya milik Allah SWT meliputi apa yang ada di bumi dan dilangit. Maka sejatinya harta itu mutlak milik Allah SWT, manusia hanya sebagai pemegang amanah ( agent of trust) dalam pengelolaan harta tersebut.

Dalam menjalankan kehidupan ini, tentu manusia dihadapkan dengan banyaknya kebutuhan serta keinginan yang tidak terbatas, sehingga menyebabkan manusia memiliki kecendrungan mencintai harta tersebut. Mulai dari membuka mata sampai menutup mata kembali atau mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, banyak orang yang memikirkan harta, sehingga berusaha semaksimal mungkin bekerja atau berusaha dalam mengumpulkan harta tersebut, bahkan yang kita sayangkan adalah banyaknya manusia yang kemudian lupa kepada Allah yang telah memberikan nikmat sekaligus pemilik harta itu. Sehingga menjadikan harta adalah tujuan bukan lagi alat dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Jika harta adalah tujuan hidup manusia, maka menyebabkan manusia lupa untuk berbagi kepada sesama. Rasulullah adalah nabi yang menjadi teladan dalam pengelolaan harta tersebut.Kebenaran dari risalah yang beliau sampaikan menjadikan manusia bahagia dunia dan akhirat.  Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berbagi ketika memiliki kelebihan harta tersebut. Sejatinya nabi kita mengajarkan bahwa umat Islam harus memiliki harta dengan cara yang baik dalam mendapatkannya dan mengeluarkannya.

Distribusi harta yang kita miliki, sudah sempurna nabi mengajarkannya, ini menunjukkan bahwa Rasulullah adalah manusia yang cerdas, beliau membuat lembaga keuangan yang disebut baitulmaal , dalam pengelolaan harta kaum muslim saat itu. Hingga hari ini kita bisa merasakan manfaat dari lembaga yang dibuat oleh Rasulullah SAW. Banyak program yang dihasilkan dari lembaga-lembaga filantropi yang ada di tanah air kita. Mulai dari program pendidikan seperti sekolah gratis, program kesehatan dengan rumah sakit untuk dhuafa, program ekonomi dengan membentuk komunitas yang diberdayakan dalam menciptakan beraneka ragam usaha, mulai dari makanan, kerajinan tangan, peternakan, pertanian dan lain-lain.

Program-program ini lahir karena banyaknya kesadaran kaum muslimin dalam berzakat, berinfak, bersedeqah bahkan berwakaf. Kita bersyukur banyaknya para muzakki yang menyalurkan dana kedermawanannya kepada lembaga zakat yang ada. Ini menunjukkan bahwa mereka memahami  tentang konsep harta yang baik. Mereka tidak menumpuk harta tersebut melainkan mengeluarkannya dengan cara yang baik yakni dengan kesadaran berzakat, berinfak, bersedekah ataupun berwakaf.

            Provinsi Riau termasuk provisnsi yang kaya akan sumber daya alamnya, seperti minyak bumi, hasil hutan, sungai dan pesisir pantainya. Namun kemiskinan tetap saja masih banyak dan perlu diberdayakan dengan baik. Solusi yang mujarab ialah dengan distribusi dana zakat dalam program berkelanjutan (suistanble), terukur dan memiliki tujuan yang jelas. Seperti pesisir pantai yang ada di rokan hulu, masyarakatnya dapat dibantu dengan membuat produk dari hasil perikanan dan juga makanan khas yang menjadi oleh-oleh destinasi wisata syariah. Demikian juga di kabupaten siak, kabupaten bengkalis, kabupaten meranti dengan program berbasis komunitas (development communty) seperti mengumpulkan beberapa orang penerima manfaat (mustahik) yang telah diseleksi dengan baik, dibina dan dilatih untuk membuat industri mie sagu. Sementara di kota Pekanbaru kita juga masih melihat beberapa titik kemiskinan yang ada dan tidak produktifnya sumber daya manusia ya ada di bumi lancang kuning ini. Dengan distribusi dana zakat yang telah dihimpun oleh BAZNAS maupun LAZ yang resmi, maka titik kemiskinan ini akan semakin berkurang. Program yang sifatnya langsung habis (charity) kurang maksimal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin tersebut. Sebaiknya program distribusi zakat adalah program produktif yang tidak cepat habis untuk dikonsumsi, asalkan diawasi, adanya pembinaan dan pendampingan secara berkesinambungan.

Kesadaran yang semakin tinggi bagi para aghniya dalam mengeluarkan hartanya akan berdampak signifikan untuk kesejahteraan manusia. Hal ini juga akan berdampak kepada para muzakki yang telah mengeluarkan hartanya, baik dalam bentuk zakat, infak, sedekah ataupun wakaf. Kesenjangan sosial akan semakin berkurang, namun sebaliknya jika harta ini hanya beredar dikalangan orang kaya saja, maka dampak yang terjadi sungguh sangat menakutkan, misalnya saja pembunuhan satu keluarga, perampokan, pemerkosaan dan berbagai kejahatan yang disebabkan karena faktor kemiskinan dan  yang paling penting juga adalah faktor keimanan. Banyak juga orang yang sabar dengan ujian kemiskinan dan boleh jadi banyak juga yang tidak sabar dengan ujian kemiskinan itu.             Dengan penghimpunaan ziswaf yang baik dan pendistribusian yang profesional, maka ini menjadi gerakan nyata dalam mengentaskan kemiskinan di provinsi Riau  dan di Indonesia pada umumnya. Bukankah Umar bin Abdul Aziz sudah membuktikan dalam kepemimpinan beliau selama 22 bulan saja, mulai dari yaman sampai ke Maroko tidak ada lagi ditemukan orang miskin, karena distribusi kekayaan oleh negara saat itu kepada orang miskin sangat cepat sekali dan dalam bentuk program-program yang baik. Seperti akses modal usaha untuk mustahik. Sehingga para mustahik di masa itu memiliki usaha yang terus berkembang. Tentu kita ingin di negeri yang kaya ini, masyarakat bisa hidup dengan sejahtera, aman, damai dan hidup rukun. Kepedulian kita yang telah Allah lebihkan hartanya, maka kita akan mengeluarkannya, disisi lain pemimpin ataupun pemerintah akan terus mendukung gerakan sadar zakat dalam bentuk himbauan bahkan perda zakat di daerah ini, yang merupakan bagian regulasi hasil dari kekuasaan yang digunakan di jalan kebaikan dan BAZNAS juga menjadi jembatan kebaikan dalam mengelolah serta mendistribusikan  dalam program-program pemberdayaan yang baik diberbagai bidang, seperti program ekonomi, pendidikan, kesehatan dan dakwah. Sementara mustahik yang menerima dana manfaat ini akan mau dibina, didampingi dan dilatih jika ingin berhasil dalam menjalankan program yang telah dibuat. Dengan demikian perjalanan zakat tanah air semakin lebih baik untuk segera meninggalkan kemiskinan yang terjadi saat ini, karena optimalisasinya penghimpuan, optimalisasinya kebijakan dari pemimpin dan optimalisasinya program pendistribusian.

Check Also

SPIRIT OF HIJRAH

Download [1.11 MB]

SEBAB-SEBAB MUSIBAH

Download [320.43 KB]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
×
Assalamu alaikum
Ada yang bisa kami bantu....?